Kopi pagi Harmoko: Kelas Menengah Perlu ‘Bansos’ oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 9 views
Tantangan ekonomi Indonesia semakin kompleks: kemiskinan 9,03%, ketimpangan 0,379, dan penurunan kelas menengah dari 57,33 juta (2019) menjadi 47,85 juta jiwa (2024). Bantuan sosial (bansos) harus disesuaikan: untuk masyarakat miskin berupa konsumsi, sementara untuk kelas menengah berupa alat produksi—seperti pelatihan keterampilan, modal, dan akses pasar—agar mereka mandiri dan naik kelas. Pemberdayaan UMKM dan program padat…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Kontrak Politik Calon Pejabat VS Rakyat oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 9 views
Jelang pilkada, janji manis calon kepala daerah menghiasi ruang publik, namun seringkali berakhir pahit. Kontrak politik—janji tertulis—diusulkan sebagai solusi untuk mengembalikan kepercayaan, meski tidak mengikat secara hukum. Rakyat berharap adanya pertanggungjawaban nyata atas janji yang disampaikan, termasuk sanksi sosial atau penarikan dukungan jika janji diingkari. Kedaulatan ada di tangan rakyat; kekuasaan harus dikembalikan untuk kepentingan…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Fenomena Politik Sandera oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 7 views
Politik sandera, yang kerap mencuat jelang pilkada, mencerminkan tarik-menarik kepentingan antar-elite untuk meraih kekuasaan. Praktik ini bukan hal baru, namun menjadi menciderai demokrasi jika digunakan untuk menekan lawan politik dengan instrumen hukum atau kepentingan pribadi. Politik yang sehat seharusnya mengutamakan keadilan dan kemakmuran rakyat, bukan monopoli kekuasaan. Harmoko mengingatkan, “jabatan dan kekuasaan adalah amanah rakyat,…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Raja Jawa, Tahta Untuk Rakyat (2/selesai) oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 8 views
Sri Sultan HB IX dan Sultan Agung adalah teladan “Raja Jawa” sejati: rendah hati, merakyat, dan berintegritas. HB IX patuh ditilang, membantu pedagang beras tanpa pamrih, bahkan bertanya harga beras layaknya rakyat biasa. Kepemimpinannya mengutamakan keteladanan—selalu di depan membela keadilan, bukan sekadar kekuasaan. Raja Jawa ideal adalah pemimpin yang jujur, adil, dan mengabdi, bukan sewenang-wenang.…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Raja Jawa, Tahta Untuk Rakyat (1) oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 8 views
“Raja Jawa” sejati bukan tentang kekuasaan, melainkan pengabdian. Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah teladan: tahta, harta, dan kekuasaannya dipergunakan semata untuk rakyat dan negara. Saat ibu kota RI pindah ke Yogyakarta (1946), beliau menanggung biaya pemerintahan, gaji kabinet, dan operasional TNI tanpa pamrih. Bahkan, setelah kemerdekaan, beliau memberikan 6 juta gulden untuk modal bangsa. Kepemimpinannya…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Kemandirian Menuju Indonesia Emas (4) oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 7 views
Kemandirian pangan bukan hanya soal beras, tetapi seluruh komoditas pangan seperti sayur, buah, palawija, garam, dan rempah-rempah. Menurut UU No 18/2012, kemandirian pangan berarti mampu memproduksi beragam pangan secara bermartabat, memenuhi kebutuhan semua penduduk dengan kualitas terjamin: bergizi, sehat, aman, dan ramah lingkungan. Ketahanan pangan menuntut lompatan kebijakan, bukan sekadar kuantitas, tetapi juga kualitas dan…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Kemandirian Menuju Indonesia Emas (3) oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 8 views
Menyongsong Indonesia Emas, kemandirian ekonomi—terutama di sektor pangan—menjadi kunci utama. Ketergantungan impor beras, seperti proyeksi 5,17 juta ton pada 2024, mencerminkan ketidakmampuan mencapai ketahanan pangan. Ancaman krisis pangan global, ditandai dengan menyempitnya lahan pertanian, sulitnya lahan baru, ledakan penduduk, dan berkurangnya petani, semakin mendesak. Indonesia memiliki potensi besar: kekayaan alam, SDM unggul, dan tanah subur.…
Read More