Kopi Pagi Harmoko: ‘Menang Ora Umuk,..’ oleh Azisoko

Pilkada 27 November 2024 telah usai, dan rakyat telah memilih pemimpin sesuai hati nurani. Kedaulatan ada di tangan rakyat, sehingga semua pihak harus menghormati hasil pilkada, baik yang terpilih maupun belum terpilih. Kemenangan bukan alasan untuk sombong atau merendahkan lawan; sebaliknya, saling menghormati adalah kunci kerukunan dan ketentraman. Filosofi “menang tanpa ngasorake” mengajarkan untuk menang…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Jangan Ajari Kecurangan oleh Azisoko

Pilkada 27 November 2024 menentukan nasib daerah selama lima tahun ke depan. 1.553 calon kepala daerah harus dipilih berdasarkan hati nurani, bukan paksaan, transaksi politik, atau jual beli suara. Rakyat semakin cerdas dan tidak mudah tergiur janji manis yang tidak realistis. Masa tenang harus dimanfaatkan untuk berkontemplasi, memastikan pilihan sesuai dengan rekam jejak, kapabilitas, akseptabilitas,…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Membangun Kepercayaan oleh Azisoko

Kewibawaan dan kejujuran pemimpin, ditunjang komitmen tinggi dan konsisten, akan membangun reputasi dan kepercayaan rakyat. Optimisme publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo harus ditingkatkan melalui aksi nyata, bukan sekadar janji. Program prioritas seperti makan bergizi gratis, swasembada pangan, dan rumah murah harus segera terlihat progressnya di lapangan. Gerak cepat dan memangkas birokrasi diperlukan agar kebijakan pro…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Bersatu, Lupakan Masa Lalu oleh Azisoko

Keteladanan pemimpin sangat penting untuk membujuk, mengajak, dan mendidik masyarakat. Kebersamaan membangun negeri harus mengesampingkan masa lalu, termasuk dendam politik, karena tiada lawan abadi. Persatuan hanya terwujud jika semua pihak merangkul tanpa pembedaan, meninggalkan luka lama dan ego kelompok. Mengungkit masa lalu hanya menghambat silaturahmi, kebersamaan, dan pembangunan. Kepentingan rakyat harus diutamakan di atas segalanya.…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Komitmen Kebangsaan 2 oleh Azisoko

Komitmen kebangsaan harus nyata, bukan sekadar slogan seperti “NKRI Harga Mati” yang sudah membumi. Persatuan dan kesatuan hanya kuat jika didasari toleransi, kekeluargaan, dan gotong royong, bukan sikap primordial atau eksklusivisme. Keteladanan pejabat dan birokrat dalam menerapkan nilai Pancasila dan UUD 1945 sangat penting. Komunikasi dan silaturahmi menjadi perekat sosial yang harus diajarkan sejak dini.…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Komitmen Kebangsaan (1) oleh Azisoko

Komitmen kebangsaan bukan sekadar slogan atau retorika, melainkan aksi nyata dalam membangun bangsa. Persatuan dan kesatuan di atas keberagaman adalah kekuatan Indonesia, seperti yang diteladani para pendiri bangsa. Kebhinekaan bukan penghalang, melainkan berkah Ilahi yang harus dijaga. Konflik yang memecah belah harus dicegah, karena akan menghabiskan sumber daya untuk pemulihan. Ancaman terbesar justru datang dari…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Menggerakkan Partisipasi Publik oleh Azisoko

Partisipasi rakyat dalam pembangunan harus aktif, bukan dipaksakan. Oposisi seharusnya menjadi penyeimbang, bukan pemicu pertentangan. Era Indonesia Emas 2045 membutuhkan keharmonisan dan partisipasi nyata dari semua lapisan masyarakat—dari perumusan hingga pelaksanaan program. Rakyat bukan sekadar penonton, melainkan pelaku utama, karena merekalah yang paling memahami kebutuhan dan potensi daerah. Partisipasi semu hanya menimbulkan antipati dan memperlebar…

Read More