Kopi Pagi Harmoko: Menuju SDM Unggul oleh Azisoko

Indonesia memiliki potensi besar dengan kekayaan alam dan jumlah penduduk yang melimpah, terutama generasi muda produktif. Namun, keunggulan itu hanya bermakna bila disertai kualitas manusia yang cerdas, berintegritas, dan bermoralitas. Seperti dikatakan Harmoko, SDM unggul tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga spiritual dan moral. Cerdas berarti tanggap terhadap kemajuan teknologi tanpa kehilangan jati diri bangsa.…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Sudah Tepatkah Sistem Pilkada Kita? oleh Azisoko

Pilkada langsung dinilai perlu dievaluasi karena biaya politik yang tinggi kerap melahirkan praktik transaksional dan menggadaikan amanah rakyat. Banyak calon kepala daerah dibiayai pihak ketiga, sehingga kebijakan rentan berpihak pada sponsor, bukan rakyat. Harmoko mengingatkan, pemimpin sejati lahir dari “rahim” rakyat — tumbuh dari bawah, memahami penderitaan dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, rekrutmen kader parpol…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Akibat Mahalnya Biaya Politik oleh Azisoko

Biaya politik yang tinggi dalam pilkada telah melahirkan lingkaran korupsi dan perilaku tidak amanah. Banyak kepala daerah terjerat kasus karena berutang pada sponsor yang membiayai pemilihannya, sehingga kebijakan berpihak pada kepentingan penyandang dana, bukan rakyat. Harmoko menegaskan, pejabat yang dipilih langsung seharusnya lebih amanah, bukan justru memperkaya diri. Fenomena “raja kecil” di daerah menunjukkan penyimpangan…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Korupsi Musuh Kita Bersama! oleh Azisoko

Korupsi adalah penyakit moral yang telah merasuki nadi bangsa. Ia bukan sekadar kejahatan ekonomi, melainkan pengkhianatan terhadap nurani dan masa depan generasi. Meski ribuan pejabat telah diproses hukum, budaya malu seakan sirna; pelaku korupsi terus bermunculan, seolah tak gentar pada hukuman. Data menunjukkan, kerugian negara triliunan rupiah, namun yang kembali hanya secuil. Harmoko mengingatkan, bangsa…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Ajining Awak Soko Tumindak oleh Azisoko

Etika dan moral bangsa kini kian memudar, tergeser oleh budaya saling mencerca dan kehilangan rasa saling menghormati. Masyarakat yang dulu dikenal ramah dan santun, kini mudah tersulut emosi dan curiga hanya karena perbedaan pandangan. Harmoko mengingatkan, membangun generasi beretika tak cukup dengan pendidikan formal, tetapi memerlukan keteladanan nyata dari para pemimpin — satunya kata dengan…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Mikul Dhuwur Mendhem Jero oleh Azisoko

Peringatan Hari Pahlawan hendaknya menjadi momentum untuk merenung dan meneladani jasa para pendahulu bangsa. Harmoko mengingatkan, sikap mikul dhuwur, mendhem jero adalah cermin kebajikan: menjunjung tinggi kehormatan dan menutupi aib mereka yang telah berjasa. Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang melupakan sejarah, melainkan yang belajar darinya — mengambil yang baik, membuang yang buruk. Seperti pepatah…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Kemandirian Pangan oleh Azisoko

Kemandirian pangan adalah cita-cita luhur bangsa yang belum sepenuhnya terwujud. Ketergantungan pada impor menunjukkan kita belum mampu berdiri di atas kekuatan sendiri. Harmoko menegaskan, kebijakan pangan harus berpihak pada petani sejati, bukan “petani berdasi” yang hanya mencari untung dari jerih payah rakyat kecil. Negeri yang disebut gemah ripah loh jinawi sejatinya memiliki sumber daya alam…

Read More