Kopi Pagi Harmoko: Pamer Kemewahan oleh Azisoko

Memamerkan kemewahan di tengah kesulitan ekonomi rakyat adalah sikap yang tidak berperasaan dan mencederai nilai moral bangsa. Hidup sederhana bukan sekadar pilihan, tetapi cerminan budi pekerti dan ajaran luhur yang berakar pada Pancasila. Gaya hidup hedon hanya memperlebar jurang kesenjangan dan menumbuhkan iri serta kecemburuan sosial. Filosofi Jawa urip sak madyo—hidup secukupnya, sepantasnya, dan sewajarnya—mengajarkan…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Tenggang Rasa Tak Sebatas Kata oleh Azisoko

Tenggang rasa adalah nilai luhur bangsa yang kini mulai pudar di tengah kerasnya persaingan politik dan sosial. Padahal, sikap menenggang perasaan orang lain menjadi kunci harmoni, kedamaian, dan persatuan. Lunturnya tepo seliro melahirkan ujaran kebencian dan perpecahan yang mencederai martabat bangsa. Karena itu, dibutuhkan keteladanan nyata dari para tokoh dan pemimpin untuk menumbuhkan kembali tenggang…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: ‘Musuh Terbesar..’ oleh Azisoko

Musuh terbesar manusia bukanlah orang lain, melainkan hawa nafsu yang tersembunyi dalam diri. Ia berwujud keserakahan, ambisi, dan keinginan menghalalkan segala cara demi kepuasan duniawi. Dalam tahun politik, hawa nafsu sering menjelma menjadi dorongan berkuasa tanpa moral. Karena itu, manusia perlu menata diri dengan sikap sumeleh—menerima dengan ikhlas tanpa memaksakan kehendak—dan sareh, yaitu sabar serta…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Membumikan Kedaulatan Pangan oleh Azisoko

Kedaulatan pangan bukan sekadar tuntutan, melainkan kewajiban negara agar bangsa tidak bergantung pada impor. Ancaman krisis pangan kian nyata, ditandai penyempitan lahan, minimnya regenerasi petani, dan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Jika dibiarkan, Indonesia akan terus terjebak pada kebijakan instan: impor demi impor. Diperlukan kebijakan pangan yang berkeadilan—menata lahan, menumbuhkan minat generasi muda bertani, serta…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Partai Kader dan Kader Partai oleh Azisoko

Pemimpin sejati lahir dari rahim rakyat—mereka yang tumbuh, berjuang, dan memahami denyut kehidupan masyarakat. Politik uang masih mencemari pemilu, melahirkan politik berbiaya tinggi dan merusak kaderisasi partai. Karena itu, sistem rekrutmen parpol harus menempatkan kualitas, loyalitas, dan integritas di atas kekayaan dan fasilitas. Kader sejati adalah mereka yang berakar di rakyat, bukan yang datang tiba-tiba…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Politik ‘ojo dumeh’ oleh Azisoko

Dalam setiap kontestasi politik, etika dan kesantunan seharusnya menjadi pijakan. Fitnah, adu domba, dan politik kebencian hanyalah racun demokrasi yang memecah persaudaraan. Filosofi ojo dumeh mengingatkan agar tidak pongah—tidak mentang-mentang memiliki jabatan, harta, atau kekuasaan lalu merendahkan orang lain. Pemimpin sejati tahu menghargai pilihan politik siapa pun, tidak memaksakan kehendak, dan tidak menjadikan kekuasaan sebagai…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Memperkokoh Kedaulatan (3) oleh Azisoko

Kedaulatan sejati bukan hanya soal menjaga wilayah dan kekuasaan, tetapi juga kemampuan mengelola sumber daya alam demi kemakmuran rakyat. Negeri yang masih bergantung pada impor pangan dan utang belum sepenuhnya berdaulat. Kekayaan alam harus dikelola dengan arif, bukan dieksploitasi demi keuntungan segelintir orang. Amanat Pasal 33 UUD 1945 menegaskan bahwa bumi, air, dan seluruh isinya…

Read More