Kopi Pagi Harmoko : Tangguh, tanggap, tanggon (1) oleh Azisoko

Nilai-nilai kejuangan 1945 tetap relevan dan harus terus diaktualkan dalam menghadapi tantangan zaman. Semangat tangguh, tanggap, dan tanggon menjadi kunci bagi setiap warga negara untuk membangun bangsa yang kuat, adil, dan sejahtera. Ketangguhan dibutuhkan menghadapi krisis global, sementara ketanggapan menuntut kepekaan terhadap perubahan, dan ketanggonan menunjukkan keandalan dalam bertindak. Seperti para pejuang dahulu, kini bangsa…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Tiga “Anti” oleh Azisoko

Pemilu sejatinya adalah pesta demokrasi, bukan arena saling menjatuhkan. Untuk menjadi pemilih cerdas, kita harus menjauhi tiga hal: hoaks, golput, dan politik uang. Hoaks merusak kepercayaan publik, golput melemahkan suara rakyat, dan politik uang mencederai moral bangsa. Penyelenggara pemilu wajib bersikap netral, transparan, dan melindungi rakyat dari intimidasi maupun kampanye hitam. Sementara itu, rakyat pun…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: ‘Urip, Nguripi..’ oleh Azisoko

Hidup yang sejati bukan diukur dari seberapa tinggi jabatan atau banyaknya harta, melainkan dari seberapa besar manfaat yang kita berikan bagi sesama. “Urip iku urup”—hidup itu menyala—mengajarkan bahwa manusia seharusnya menjadi cahaya bagi lingkungan sekitarnya. Di tengah hiruk-pikuk politik dan kepentingan pribadi, nilai kemanusiaan sering terlupakan. Padahal, keberhasilan tanpa kebermanfaatan hanyalah kesia-siaan. Maka, jadilah pribadi…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Hijrah Politik oleh Azisoko

Demokrasi sejatinya adalah wadah bagi perbedaan untuk saling memahami, bukan saling meniadakan. Namun dalam hiruk-pikuk politik modern, sering kali komunikasi dijadikan senjata untuk menyerang, bukan menjembatani. Padahal, seperti pesan Pak Harmoko, yang dibutuhkan adalah komunikasi politik yang membangun—sambung rasa yang memupuk empati, bukan antipati. Politik yang sejuk, santun, dan beradab adalah wujud kedewasaan bangsa. Ia…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Politik Etis oleh Azisoko

Demokrasi sejati memerlukan politisi yang beretika—bukan sekadar pandai berbicara, tetapi berjiwa tulus, jujur, dan adil. Politik etis harus menjadi napas dalam setiap kebijakan, agar kekuasaan tidak berubah menjadi alat transaksi dan kesewenang-wenangan. Maraknya politik uang telah mengikis idealisme dan kepercayaan publik. Padahal, kepemimpinan sejati menuntut integritas, empati, dan kepedulian terhadap seluruh rakyat, bukan hanya pendukungnya.…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Koperasi Masa Depan oleh Azisoko

Koperasi adalah wujud nyata semangat gotong royong dan asas kekeluargaan sebagaimana cita-cita Pasal 33 UUD 1945. Di era digital, koperasi harus bertransformasi menjadi wadah kreatif dan inovatif, agar tetap relevan bagi generasi muda. Semangat kolektif anak muda—bekerja bersama, berbagi hasil, dan berlandaskan keadilan—sejalan dengan roh koperasi yang menolak individualisme dan persaingan buta. Rebranding koperasi digital…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Daulat Rakyat oleh Azisoko

Kedaulatan rakyat tidak hanya di bidang politik, tetapi juga ekonomi dan budaya. Trisakti Bung Karno menegaskan: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya. Dalam konteks ekonomi, Pasal 33 UUD 1945 menuntun agar perekonomian disusun berdasarkan asas kekeluargaan, kemitraan, dan keadilan. Karena itu, ekonomi rakyat—UMKM dan koperasi—harus dilindungi dari ketimpangan modal besar agar…

Read More