Kopi Pagi Harmoko: Ojo Waton Ngomong, Yen Ngomong Sing Gawe Maton oleh Azisoko

Lisan adalah cermin moral dan ukuran derajat seseorang. Ucapan yang tak dijaga bisa melukai, memecah, bahkan menimbulkan dendam. Di tengah rakyat yang masih berjuang menghadapi beban ekonomi, justru banyak pejabat berbicara tanpa nalar waktu dan empati—menebar isu politik yang memanaskan suasana. Padahal, tugas utama mereka ialah menyejukkan, memberi solusi, bukan menciptakan kegaduhan. Para pemimpin hendaknya…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: DPR Harus Kuat oleh Azisoko

Kemandirian pangan adalah kunci kekuatan bangsa. Sejarah membuktikan, kejayaan Majapahit lahir dari penguasaan komoditas pangan dan perdagangan. Kini, ketergantungan impor justru melemahkan negeri. Komoditas strategis seperti beras, gula, dan minyak sawit semestinya dikuasai negara, bukan swasta apalagi asing. Kebijakan ekonomi harus berpihak pada petani dan produk lokal, bukan belanja impor yang mematikan UMKM. DPR dan…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Reshuffle Dibutuhkan, Tetapi Bukan Jaminan oleh Azisoko

Perombakan kabinet sejatinya bukan sekadar bagi-bagi kekuasaan, melainkan upaya memperbaiki kinerja demi rakyat. Kabinet yang ideal harus diisi oleh tokoh berkapasitas tinggi, berintegritas, bermoral, dan berjiwa empati terhadap penderitaan rakyat. Pertimbangan politik tak boleh mengalahkan kepentingan publik. Presiden perlu mengendalikan dan mengevaluasi menteri agar tetap amanah dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. Kekuasaan harus dimaknai sebagai…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Berdikari di Bidang Ekonomi oleh Azisoko

Kemandirian ekonomi bangsa belum sepenuhnya terwujud, karena kebijakan masih dipengaruhi kepentingan asing dan oligarki. Padahal, berdikari bukan berarti menolak kerja sama luar negeri, melainkan memastikan bahwa setiap hubungan berjalan adil dan menguntungkan rakyat. Negara harus mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan sendiri, memberi ruang luas bagi UMKM, dan mencegah dominasi pemodal besar. Kemandirian sejati lahir…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Harga Melambung, Rakyat Limbung oleh Azisoko

Ketahanan pangan nasional bergantung pada kebijakan nyata yang berpihak kepada petani. Kenaikan harga sembako dan kegagalan panen sering membuat rakyat limbung, sementara petani merugi. Negara harus hadir, bukan sekadar memantau, tetapi bertindak tegas melawan mafia pangan dan menjaga stabilitas harga agar kebutuhan pokok tetap terjangkau. Pemerintah mesti melindungi produksi dalam negeri serta menjamin distribusi yang…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Indonesia yang Kuat dan Berdaulat oleh Azisoko

Kedaulatan pangan adalah fondasi kemandirian bangsa. Ironi terjadi ketika negeri penghasil sawit terbesar di dunia justru warganya harus mengantre minyak goreng. Situasi ini menandakan lemahnya ketahanan dan kemandirian pangan, sekaligus rapuhnya kedaulatan ekonomi. Negara harus hadir menegakkan kedaulatan sejati sebagaimana semangat Trisakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya. Indonesia…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Jangan Sekali-kali Membelokkan Sejarah oleh Azisoko

Sejarah adalah cermin jati diri bangsa yang tak boleh dihapus atau diselewengkan. Pesan Bung Karno, Jas Merah—“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”—menegaskan pentingnya menghormati setiap tokoh yang berjasa bagi negeri, tanpa terkecuali. Pelurusan sejarah sah dilakukan, tetapi bukan untuk mengganti fakta demi kepentingan politik. Menghilangkan peran seorang pemimpin sama saja meniadakan bagian penting dari perjalanan bangsa. Sejarah…

Read More