Kopi Pagi Harmoko: Tempe dan Tahu oleh Azisoko

Ketergantungan impor kedelai mencerminkan lemahnya kemandirian pangan bangsa. Mogoknya produksi tempe dan tahu bukan sekadar persoalan harga, melainkan cermin kebijakan instan yang tak berpihak pada petani. Negeri subur seperti Indonesia seharusnya mampu swasembada, bukan terus bergantung pada impor yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Kemandirian pangan adalah soal harga diri bangsa, bukan sekadar kebutuhan dapur. Saatnya…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Keadilan Social oleh Azisoko

Keadilan sosial bukan hanya urusan kebijakan, melainkan cermin nurani bangsa. Konflik sosial sering muncul karena ketimpangan, keserakahan, dan perilaku aparat yang abai terhadap rasa keadilan rakyat. Negara wajib hadir bukan dengan kekuasaan yang menindas, tetapi dengan empati dan kepedulian yang memulihkan. Seperti pesan Harmoko, selain bersikap adil, penting pula menumbuhkan simpati dan empati sosial dengan…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Semar Mbangun Kahyangan oleh Azisoko

Wayang bukan sekadar tontonan, melainkan cermin kehidupan bangsa dan pelajaran luhur bagi pemimpin. Tokoh Semar dalam lakon Semar Mbangun Kahyangan melambangkan suara rakyat kecil yang mengingatkan penguasa agar tidak lalai terhadap amanatnya. Pemimpin sejati, seperti pesan Harmoko, wajib menyerap aspirasi rakyat — baik yang tampak maupun tersamar — serta mampu merasakan derita dan denyut nadi…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Wadas yang Waras oleh Azisoko

Konflik di Desa Wadas mencerminkan betapa pembangunan sering kali lebih menonjolkan prosedur ketimbang kemanusiaan. Warga yang mencintai alam dan hidup selaras dengannya, terancam oleh tambang andesit yang dapat merusak sumber kehidupan mereka. Penegakan hukum seharusnya berjiwa adil dan beradab, bukan keras dan menekan. Pemerintah mesti mendengar denyut nadi rakyat kecil, bukan menaklukkannya dengan kekuasaan. Keadilan…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: IKN, Ojo Kesusu! oleh Azisoko

Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur menimbulkan pertanyaan: sudah tepatkah waktunya di tengah ekonomi rakyat yang belum pulih? Masyarakat lebih membutuhkan sembako murah, lapangan kerja, dan pemulihan ekonomi ketimbang proyek besar yang membebani APBN. Kontroversi yang muncul bukan bentuk penolakan semata, melainkan aspirasi yang harus disikapi bijak, bukan distigma sebagai pro atau anti. Seperti…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Kemandirian Industri Pertahanan oleh Azisoko

Kemandirian industri pertahanan menjadi kunci agar Indonesia tak selamanya bergantung pada impor senjata dari luar negeri. Dengan potensi sumber daya alam dan manusia yang besar, industri seperti PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia terbukti mampu memproduksi dan mengekspor persenjataan modern. Namun, semua itu membutuhkan political will kuat, dukungan dana, riset, serta perlindungan hukum…

Read More