Kopi Pagi Harmoko : Singkirkan Intrik, Hadirkan Kritik oleh Azisoko

Menjelang Pilpres 2024, dinamika politik semakin ramai dengan kritik dan manuver para kandidat. Kritik sejatinya diperlukan sebagai cermin untuk memperbaiki diri, asalkan disampaikan dengan santun, berdasarkan fakta, dan tidak berubah menjadi intrik politik atau hoaks yang menebar kebencian. Politik seharusnya menjadi ruang edukatif, bukan arena saling menjatuhkan. Seperti pesan Harmoko, mari tinggalkan politik penuh tipu…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Impor Pangan Bukanlah Solusi oleh Azisoko

Impor pangan bukan solusi jangka panjang bagi kedaulatan bangsa, melainkan cermin dari ketergantungan dan lemahnya kemandirian pangan. Indonesia yang kaya sumber daya alam seharusnya mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi lokal, bukan terus bergantung pada negara lain. Ketika hak atas pangan masih dikuasai korporasi dan kebijakan lebih berpihak pada impor, kesejahteraan petani pun terabaikan. Kemandirian…

Read More

Kopi Pagi Harmoko : Janji Politik vs Politik Janji oleh Azisoko

Janji politik adalah bagian dari demokrasi, namun harus disertai kesadaran moral dan tanggung jawab nyata. Para elite politik hendaknya mampu menyeimbangkan antara janji politik dan politik janji—tidak sekadar mengumbar kata, tetapi berkomitmen untuk mewujudkannya sesuai kapasitas dan realitas. Mengobral janji tanpa kemampuan menepati hanya akan melahirkan kekecewaan rakyat dan mencederai makna demokrasi. Sebab, nilai seorang…

Read More

Kopi Pagi Harmoko : Gimik Politik oleh Azisoko

Dunia politik bak panggung teater, tempat para aktor memainkan peran dengan gimik dan pencitraan untuk memikat penonton. Namun, politik sejati bukanlah sandiwara, melainkan panggilan moral untuk berbuat nyata demi rakyat. Gimik boleh digunakan sepanjang tak menipu atau menodai kejujuran. Politik tanpa integritas hanya akan melahirkan kepalsuan dan merusak kepercayaan publik. Seperti pesan Harmoko, politik harus…

Read More

Kopi Pagi Harmoko : Transparansi Demokrasi dan Nomokrasi oleh Azisoko

Demokrasi dan nomokrasi harus berjalan seiring, bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Demokrasi menjamin kedaulatan rakyat, sementara nomokrasi memastikan hukum menjadi penuntun yang adil dan beradab. Dalam pesta demokrasi, hukum tak boleh dijadikan alat kekuasaan atau senjata politik, melainkan harus berdiri independen, transparan, dan jujur. Penegakan hukum yang berpihak hanya akan merusak kepercayaan…

Read More

Kopi Pagi Harmoko : Syahwat Politik oleh Azisoko

Syahwat politik adalah naluri manusia untuk berkuasa, namun harus dikendalikan dengan etika, moral, dan nilai-nilai luhur Pancasila agar tidak menjelma menjadi ambisi yang merusak. Dalam kontestasi politik jelang Pilpres, kehendak rakyat seharusnya menjadi pedoman utama dalam setiap keputusan, bukan kepentingan pribadi, kelompok, atau kekuasaan. Politik sejati mestinya berorientasi pada keadilan, amanah, dan tanggung jawab demi…

Read More