Kopi Pagi Harmoko: Mau Utang, Jangan Ragu!
Arsparis Azwan
- 0
- 7 views
Bang Jalil duduk termenung di beranda rumahnya sambil menyesap kopi, pikirannya melayang di antara tumpukan tagihan yang belum lunas. Motor satu-satunya masih dikredit, rumah pun belum bebas cicilan, sementara sang istri sudah berencana menambah utang baru untuk membeli seragam. Dunia seakan berputar dalam lingkaran utang, dari rakyat kecil sampai negara, semua terbiasa hidup dengan beban pinjaman. Dalam kesederhanaannya, Bang Jalil hanya bisa tersenyum pahit ketika istrinya berkata, “Negara aja berutang, Pak, masa Ibu nggak boleh?”—sebuah kalimat ringan namun mencerminkan kenyataan getir tentang hidup yang kian tergantung pada kredit.
*****
Sumber : koran Pos Kota, edisi 29 Agustus 2019