Kopi Pagi Harmoko: Lebih Percaya Diri

Memasuki tahun baru berarti membuka lembar harapan dengan semangat dan keyakinan baru. Setiap tantangan sejatinya menyimpan peluang, asal dihadapi dengan optimisme, disiplin, dan perubahan sikap positif. Pandemi yang mengguncang kehidupan hendaknya menjadi cermin untuk lebih bersyukur, berhenti menyalahkan keadaan, dan menumbuhkan empati pada sesama. Pikiran positif, tekad kuat, dan rasa percaya diri adalah kunci untuk menebus masa depan yang lebih baik. Tahun yang baru bukan sekadar pergantian waktu, tetapi kesempatan memperbaiki diri, menanam harapan, serta menumbuhkan keberanian mengubah kesulitan menjadi kekuatan menuju kehidupan yang lebih bermakna.

 

*****

 

Oleh Harmoko

KITA telah memasuki tahun 2021 dengan segala harapan, peluang dan tantangan.

Tentu, kita berharap sepanjang tahun ini akan lebih baik, ketimbang sebelumya.

Kita berharap mampu menghadapi segala tantangan yang menghadang. Kita juga berharap lebih jeli menangkap setiap peluang. Bahkan, mampu mengubah tantangan menjadi peluang.

Tantangan boleh jadi sama, atau lebih berat dari tahun lalu, tetapi kita harus meyakini di balik tantangan sejatinya terdapat peluang.

Dengan keyakinan ini membuat tantangan yang dihadapi bukan lagi sebagai penghalang, tetapi menjadi pemacu menghadapi setiap tantangan.

Yang patut diingat, keyakinan saja tidaklah cukup. Harus didukung optimisme, komitmen dan disiplin yang kuat untuk mampu menghadapi tantangan sekaligus menciptakan peluang.

Ini menjadi penting mengingat tantangan yang kita hadapi tahun ini masih berat. Pandemi Covid- 19 yang belum berakhir berdampak buruk bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Sejak Pandemi 2 Maret tahun lalu, tercatat jutaan orang menjadi penganggur, kehilangan pekerjaan, jutaan lainnya tidak dapat bekerja secara penuh (adanya pengurangan jam kerja).

Bagaimana di tahun ini? Jawabnya kita harus optimis pandemi dapat kita atasi bersama.

Tentu optimisme itu harus diikuti dengan langkah nyata yang tercermin melalui perubahan sikap kita sehari – hari.

Perubahan dimaksud di antaranya: Pertama, senantiasa bersyukur atas apa yang kita peroleh sekarang. Masih banyak di sekeliling kita  yang nasibnya lebih buruk, lebih susah, bahkan lebih menderita daripada kita.

Kedua, ubah pikiran negatif menjadi positif dengan menyingkirkan sifat iri, cemburu melihat keberhasilan orang lain. Berpikir positif atas segala kritik dan saran dari orang lain. Kita perlu sikapi bahwa mereka memberi kritik sebagai bentuk kecintaan demi perbaikan dan kemajuan kita.

Ketiga, berhenti menyalahkan diri sendiri atas setiap kegagalan. Kita perlu menyikapi adanya hal baik dari setiap kejadian. Seburuk apa pun, pasti ada hal baik yang dapat kita petik.

Keempat, fokus pada masa sekarang dan ke depan. Percaya diri masa depan akan lebih baik.

Yah! Percaya diri inilah dapat kita jadikan senjata ampuh meraih masa depan. Bagaikan pedang tajam yang dapat menebas segala tantangan dan rintangan dalam menapaki perjalanan mencapai tujuan.

Tentu tujuan yang hendak kita capai adalah kehidupan yang lebih baik lagi. Kian pulihnya kehidupan masyarakat di segala sektor sebagaimana harapan kita bersama.

Semua berharap tahun ini akan lebih baik lagi, akan lebih terbuka peluang untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan. Terdapat banyak fasilitas untuk meraih harapan, mengubah keburukan menjadi kebaikan. Mengubah kemunduran menjadi kemajuan.

Kita percaya, semua itu bisa. Mari kita mulai dari diri kita sendiri. (*)

 

 

Sumber : koran Pos Kota, edisi 04 Januari 2021