Kopi Pagi Harmoko: Mengutamakan Rakyat oleh Azisoko

Keteladanan pemimpin sejati lahir dari kerendahan hati dan rasa memiliki terhadap rakyatnya. Falsafah Pangeran Sambernyawa tentang Tri Dharma—merasa ikut memiliki, wajib mempertahankan, dan berani introspeksi—menjadi cermin kepemimpinan yang merakyat. Pemimpin hendaknya berpihak pada rakyat, bukan pada kekuasaan atau pemodal. Dalam menghadapi tantangan bangsa, kebersamaan lebih penting daripada pertentangan. Tugas pemimpin bukan memusuhi yang berbeda, melainkan…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Panggung Sinetron Politik oleh Azisoko

Konsistensi menjadi napas moral para elite bangsa. Dalam dunia politik yang kerap penuh sandiwara, antara ucapan dan tindakan sering tak sejalan. Banyak yang berseru menegakkan hukum, namun justru melanggarnya; berjanji setia pada konstitusi, tapi berupaya mengubahnya demi ambisi kekuasaan. Sikap seperti itu hanya menimbulkan kegaduhan dan meruntuhkan kepercayaan rakyat. Para pemimpin harus teguh pendirian—jujur dalam…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Ojo Waton Ngomong, Yen Ngomong Sing Gawe Maton oleh Azisoko

Lisan adalah cermin moral dan ukuran derajat seseorang. Ucapan yang tak dijaga bisa melukai, memecah, bahkan menimbulkan dendam. Di tengah rakyat yang masih berjuang menghadapi beban ekonomi, justru banyak pejabat berbicara tanpa nalar waktu dan empati—menebar isu politik yang memanaskan suasana. Padahal, tugas utama mereka ialah menyejukkan, memberi solusi, bukan menciptakan kegaduhan. Para pemimpin hendaknya…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: DPR Harus Kuat oleh Azisoko

Kemandirian pangan adalah kunci kekuatan bangsa. Sejarah membuktikan, kejayaan Majapahit lahir dari penguasaan komoditas pangan dan perdagangan. Kini, ketergantungan impor justru melemahkan negeri. Komoditas strategis seperti beras, gula, dan minyak sawit semestinya dikuasai negara, bukan swasta apalagi asing. Kebijakan ekonomi harus berpihak pada petani dan produk lokal, bukan belanja impor yang mematikan UMKM. DPR dan…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Reshuffle Dibutuhkan, Tetapi Bukan Jaminan oleh Azisoko

Perombakan kabinet sejatinya bukan sekadar bagi-bagi kekuasaan, melainkan upaya memperbaiki kinerja demi rakyat. Kabinet yang ideal harus diisi oleh tokoh berkapasitas tinggi, berintegritas, bermoral, dan berjiwa empati terhadap penderitaan rakyat. Pertimbangan politik tak boleh mengalahkan kepentingan publik. Presiden perlu mengendalikan dan mengevaluasi menteri agar tetap amanah dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. Kekuasaan harus dimaknai sebagai…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Berdikari di Bidang Ekonomi oleh Azisoko

Kemandirian ekonomi bangsa belum sepenuhnya terwujud, karena kebijakan masih dipengaruhi kepentingan asing dan oligarki. Padahal, berdikari bukan berarti menolak kerja sama luar negeri, melainkan memastikan bahwa setiap hubungan berjalan adil dan menguntungkan rakyat. Negara harus mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan sendiri, memberi ruang luas bagi UMKM, dan mencegah dominasi pemodal besar. Kemandirian sejati lahir…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Harga Melambung, Rakyat Limbung oleh Azisoko

Ketahanan pangan nasional bergantung pada kebijakan nyata yang berpihak kepada petani. Kenaikan harga sembako dan kegagalan panen sering membuat rakyat limbung, sementara petani merugi. Negara harus hadir, bukan sekadar memantau, tetapi bertindak tegas melawan mafia pangan dan menjaga stabilitas harga agar kebutuhan pokok tetap terjangkau. Pemerintah mesti melindungi produksi dalam negeri serta menjamin distribusi yang…

Read More