Kopi Pagi Harmoko: Memagari Demokrasi oleh Azisoko

Menjelang Pemilu 2024, suhu politik kian memanas dan polarisasi mulai terasa. Kritik antar-kubu yang semula wajar berubah menjadi serangan pribadi, memecah persaudaraan sebangsa. Padahal demokrasi sejati menuntut kedewasaan etika, bukan adu kebencian. Politik identitas dan narasi keburukan hanya melahirkan perpecahan sosial. Para elite dan kandidat seharusnya menampilkan teladan, bukan menyalakan api permusuhan. Demokrasi harus dijaga…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Menjiwai Pancasila oleh Azisoko

Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan nilai-nilainya dalam tindakan nyata. Pancasila harus menjadi pedoman hidup, bukan sekadar hafalan atau slogan. Di tengah perbedaan pilihan politik, nilai Persatuan Indonesia harus dijunjung tinggi dengan mengutamakan kepentingan bangsa di atas ego pribadi dan golongan. Elite politik dituntut memberi teladan: berucap sejuk, bersikap…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Cermati Kehendak Rakyat oleh Azisoko

Menyerap aspirasi rakyat merupakan kewajiban dalam negara demokrasi. Dukungan maupun kritik harus disikapi dengan bijak, bukan dibalas dengan permusuhan atau kesombongan politik. Para elite hendaknya tidak terbuai oleh sanjungan yang menyesatkan, sebab tidak semua pujian tulus. Perenungan diri menjadi penting agar tidak hanyut dalam euforia kekuasaan dan melupakan rakyat kecil yang kerap terpinggirkan. Pemimpin sejati…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Bijak Bertutur, Bijak Pula Merespons oleh Azisoko

Menjelang pemilu, sikap bijak menjadi penentu kedewasaan politik bangsa. Elite politik hendaknya mampu menahan diri, pandai membaca keadaan, tahu kapan berbicara dan kapan diam. Kritik sebaiknya dijawab dengan argumen, bukan dengan amarah atau laporan hukum. Orang bijak menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, menjauhi sifat adigang, adigung, lan adiguno. Dalam situasi politik yang memanas,…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Bangkit dari Kemapanan oleh Azisoko

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan kembali pentingnya persatuan dalam membangun negeri. Dahulu, Boedi Oetomo dan para pendiri bangsa menyalakan semangat kebangkitan untuk melawan penjajahan dan mewujudkan kemerdekaan. Kini, semangat itu perlu dihidupkan kembali untuk bangkit dari berbagai keterpurukan: kemiskinan, ketimpangan, dan perpecahan sosial. Kebangkitan sejati bukan sekadar slogan politik, melainkan tindakan nyata untuk menegakkan keadilan,…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Setara, Selaras dan Senapas oleh Azisoko

Demokrasi sejati menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Pemilu bukan ajang perebutan kekuasaan, melainkan sarana menyalurkan amanah rakyat demi kesejahteraan bersama. Siapa pun yang terpilih wajib mengemban tanggung jawab untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kelompoknya. Dalam membangun bangsa, diperlukan kerja sama yang dilandasi kesetaraan—tanpa ego kekuasaan dan kepintaran. Kesetaraan memperkuat…

Read More

Kopi Pagi Harmoko Harmoko: Saling Peduli oleh Azisoko

Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan, tetapi momentum memperkuat silaturahmi, kepedulian, dan solidaritas sosial. Tradisi seperti sungkeman, saling memaafkan, dan berbagi rezeki mengajarkan nilai kemanusiaan dan gotong royong. Makna ketupat — ngaku lepat — menjadi simbol kejujuran dan kerendahan hati untuk saling memaafkan. Harmoko menegaskan, sikap peduli dan saling berbagi mampu menumbuhkan rasa persaudaraan yang…

Read More