Kopi Pagi Harmoko: Lomba Pencitraan oleh Azisoko

Pencitraan politik sah dilakukan, namun menjadi semu jika dibangun atas kepalsuan. Banyak elite dan partai berlomba memoles citra melalui aksi sosial, baliho, hingga pesan empati, namun sering kali lebih menonjolkan diri daripada makna kepedulian. Popularitas tanpa kualitas hanya melahirkan elektabilitas semu. Sejatinya, citra diri harus sejalan dengan kejujuran, moral, dan etika. Pencitraan yang proporsional dan…

Read More