Kopi Pagi Harmoko: Dialog Kakek dengan Cucunya

Sebuah petuah lembut mengalun dari bibir sang kakek — sederhana namun menembus hati. Hidup sakmadyo, hidup yang tahu cukup, bukan berarti menolak kemajuan, tapi menjaga agar langkah tak terjerat keserakahan. Karena keinginan yang tak terukur bisa menyesatkan, membuat manusia menukar nurani dengan ambisi. Kekayaan, jabatan, dan pengaruh bukanlah dosa, tapi cara meraihnya menentukan kemuliaan jiwa.…

Read More