Kopi Pagi Harmoko: Mikul Dhuwur Mendhem Jero oleh Azisoko

Peringatan Hari Pahlawan hendaknya menjadi momentum untuk merenung dan meneladani jasa para pendahulu bangsa. Harmoko mengingatkan, sikap mikul dhuwur, mendhem jero adalah cermin kebajikan: menjunjung tinggi kehormatan dan menutupi aib mereka yang telah berjasa. Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang melupakan sejarah, melainkan yang belajar darinya — mengambil yang baik, membuang yang buruk. Seperti pepatah…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Kemandirian Pangan oleh Azisoko

Kemandirian pangan adalah cita-cita luhur bangsa yang belum sepenuhnya terwujud. Ketergantungan pada impor menunjukkan kita belum mampu berdiri di atas kekuatan sendiri. Harmoko menegaskan, kebijakan pangan harus berpihak pada petani sejati, bukan “petani berdasi” yang hanya mencari untung dari jerih payah rakyat kecil. Negeri yang disebut gemah ripah loh jinawi sejatinya memiliki sumber daya alam…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Sadar Diri dan Sadar Lingkungan oleh Azisoko

Kerusakan lingkungan kini menjadi ancaman nyata bagi kehidupan manusia dan generasi mendatang. Hutan digunduli, sungai tercemar, lahan pertanian berubah menjadi beton, sementara kebijakan kerap berpihak pada kepentingan ekonomi, bukan ekologi. Harmoko menegaskan, penyelamatan lingkungan tak cukup sebatas imbauan moral, tetapi memerlukan kebijakan konkret dan tegas. Falsafah “Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro” mengingatkan manusia untuk…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Menanti Gebrakan Reshuffle oleh Azisoko

“Reshuflle tak ubahnya bongkar pasang bangunan.Tidak cermat, bukan kekokohan yang didapatkan, melainkan kerapuhan.” – Harmoko RESHUFFLE kabinet merupakan hak prerogatif Presiden, itu sudah pasti karena undang – undangnya menyebutkan demikian. Bahwa dalam prosesnya ada intervensi, tekanan, atau titipan itupun sulit dihindari. Bisa dibayangkan betapa pusingnya Presiden Jokowi. Reshuffle dilakukan untuk meningkatkan kinerja kabinet agar performa kabinet lebih baik…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah oleh Azisoko

DUA minggu yang lalu tepatnya Rabu 13 Oktober saya berkesempatan singgah ke air terjun Madakaripura di Probolinggo, selepas menyelesaikan ziarah Wali Songo di Sunan Ampel, Surabaya. Madakaripura adalah tempat menyepinya Mahapatih Gajah Mada. Dari beliaulah cikal bakal pemersatuan wilayah Nusantara melalui Sumpah Palapa. Di era pergerakan dikenal “Soempah Pemoeda” yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928. Momen bersejarah, di…

Read More

Kopi Pagi: Berjiwa Besar oleh Harmoko

Kritik adalah napas dari demokrasi, bukan ancaman bagi kekuasaan. Harmoko menegaskan, kritik sejatinya “obat kuat” bagi mereka yang mau bercermin dan memperbaiki diri. Sayangnya, banyak yang tersandung karena mabuk pujian dan buta terhadap kelemahan sendiri. Dalam kritik terdapat kepedulian — tanda bahwa masih ada yang memperhatikan. Karena itu, bijaklah menanggapi kritik dengan hati terbuka, bukan…

Read More

Kopi Pagi: Keadaban Publik oleh Harmoko

Bangsa Indonesia dikenal santun dan beradab, namun kini kesantunan itu kian pudar di ruang publik yang dipenuhi hujatan dan makian. Harmoko mengingatkan bahwa keadaban publik harus kembali ditegakkan, terutama oleh para pejabat yang seharusnya menjadi teladan, bukan provokator. Kemajuan teknologi dan derasnya budaya asing hendaknya memperkuat, bukan melemahkan, jati diri bangsa. Keadaban berarti halus budi,…

Read More