Kopi Pagi Harmoko : Tangguh, Tanggap, Tanggon (4) oleh Azisoko

Nasionalisme menjadi penopang utama persatuan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan perbedaan pandangan politik. Perbedaan hendaknya dipandang sebagai anugerah, bukan sumber perpecahan. Semangat nasionalisme menuntun bangsa agar tetap kokoh berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai cinta tanah air, toleransi, dan tenggang rasa harus terus dipupuk demi menjaga jati diri bangsa. Dalam…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Tangguh, tanggap, tanggon (3) oleh Azisoko

Gotong royong adalah jati diri bangsa yang telah terbukti memperkuat persatuan dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Nilai ini lahir dari semangat pengorbanan dan keikhlasan para pejuang yang bekerja tanpa pamrih demi tanah air. Dalam era kini, semangat gotong royong harus terus dihidupkan sebagai kekuatan kolektif membangun bangsa. Setiap warga, sekecil apa pun perannya, memiliki andil dalam…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Tangguh, Tanggap, Tanggon (2)

Nilai kemandirian menjadi kunci ketangguhan bangsa dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Kemandirian sejati berarti berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya, sebagaimana gagasan Trisakti Bung Karno. Bangsa yang mandiri tidak bergantung pada kekuatan asing, melainkan mengelola sumber daya alam dan manusianya untuk kemakmuran rakyat, bukan kepentingan pribadi atau…

Read More

Kopi Pagi Harmoko : Tangguh, tanggap, tanggon (1) oleh Azisoko

Nilai-nilai kejuangan 1945 tetap relevan dan harus terus diaktualkan dalam menghadapi tantangan zaman. Semangat tangguh, tanggap, dan tanggon menjadi kunci bagi setiap warga negara untuk membangun bangsa yang kuat, adil, dan sejahtera. Ketangguhan dibutuhkan menghadapi krisis global, sementara ketanggapan menuntut kepekaan terhadap perubahan, dan ketanggonan menunjukkan keandalan dalam bertindak. Seperti para pejuang dahulu, kini bangsa…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Tiga “Anti” oleh Azisoko

Pemilu sejatinya adalah pesta demokrasi, bukan arena saling menjatuhkan. Untuk menjadi pemilih cerdas, kita harus menjauhi tiga hal: hoaks, golput, dan politik uang. Hoaks merusak kepercayaan publik, golput melemahkan suara rakyat, dan politik uang mencederai moral bangsa. Penyelenggara pemilu wajib bersikap netral, transparan, dan melindungi rakyat dari intimidasi maupun kampanye hitam. Sementara itu, rakyat pun…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: ‘Urip, Nguripi..’ oleh Azisoko

Hidup yang sejati bukan diukur dari seberapa tinggi jabatan atau banyaknya harta, melainkan dari seberapa besar manfaat yang kita berikan bagi sesama. “Urip iku urup”—hidup itu menyala—mengajarkan bahwa manusia seharusnya menjadi cahaya bagi lingkungan sekitarnya. Di tengah hiruk-pikuk politik dan kepentingan pribadi, nilai kemanusiaan sering terlupakan. Padahal, keberhasilan tanpa kebermanfaatan hanyalah kesia-siaan. Maka, jadilah pribadi…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Hijrah Politik oleh Azisoko

Demokrasi sejatinya adalah wadah bagi perbedaan untuk saling memahami, bukan saling meniadakan. Namun dalam hiruk-pikuk politik modern, sering kali komunikasi dijadikan senjata untuk menyerang, bukan menjembatani. Padahal, seperti pesan Pak Harmoko, yang dibutuhkan adalah komunikasi politik yang membangun—sambung rasa yang memupuk empati, bukan antipati. Politik yang sejuk, santun, dan beradab adalah wujud kedewasaan bangsa. Ia…

Read More