Kategori: KOPI PAGI HARMOKO OLEH AZISOKO
Kopi Pagi Harmoko: Kolaborasi Menuju Rekonsiliasi oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 7 views
Menjelang pemerintahan baru, kolaborasi dan rekonsiliasi menjadi kunci untuk menyatukan elite politik dan tokoh bangsa. Perbedaan sikap politik adalah keniscayaan, tetapi harus dijadikan kekuatan untuk persatuan, bukan perpecahan. Kolaborasi yang efektif membutuhkan kesetaraan, kompromi, dan tujuan bersama: keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran rakyat, seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Rekonsiliasi berarti menghapus dendam politik dan memulihkan…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Jangan Lupakan Sejarah oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 7 views
Sejarah adalah cermin untuk membangun masa depan. Pancasila, sebagai falsafah bangsa, harus diamalkan—bukan sekadar dihafalkan. Hari Kesaktian Pancasila 2024 dengan tema “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas” mengingatkan pentingnya persatuan dalam kebhinekaan—menghargai perbedaan tanpa mengorbankan kesatuan. Bung Karno mengingatkan: “Masa lalu adalah kaca benggala untuk masa depan.” Kita harus mengambil nilai-nilai luhur masa lalu (mikul…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Kampanye Beradab, Bukan Biadab oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 7 views
Deklarasi kampanye damai oleh 1.553 pasangan calon kepala daerah (cakada) menandai komitmen untuk pilkada yang beradab, jujur, dan bebas hoaks. Kampanye berintegritas mengharuskan saling menghargai, tanpa politisasi SARA, politik uang, atau provokasi. Kemanusiaan yang adil dan beradab (Pancasila) menuntut kesantunan dalam bertutur dan berperilaku, menghargai perbedaan, serta menjunjung hak asasi. Pemilih, terutama generasi muda, kini…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Tanpa Kejujuran, Mawas Diri Tiada Arti oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 7 views
Mewujudkan Indonesia Maju tidak hanya membutuhkan rasa malu berbuat buruk, tetapi juga mawas diri—kemampuan mengoreksi diri dengan jujur. Budaya ini penting untuk mencegah sikap adigang-adigung (kesombongan kekuasaan) yang menutup mata terhadap kesalahan. Mawas diri melibatkan evaluasi terhadap emosi, pikiran, dan perilaku agar tidak merugikan diri atau orang lain. Tanpa kejujuran, koreksi diri hanya kamuflase tanpa…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Dulu Malu, Kini Malu-Maluin oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 9 views
Leluhur mengajarkan untuk tidak malu berbuat kebaikan, tetapi harus malu berbuat keburukan. Sayangnya, rasa malu terhadap korupsi, suap, pungli, dan gratifikasi kini pudar di kalangan pejabat dan birokrat. Korupsi merugikan negara (Rp238,14 triliun dalam 10 tahun), menghambat pertumbuhan ekonomi, dan memperparah kemiskinan. Banyak pejabat tersangka korupsi justru tampak tenang, tanpa rasa malu. Harmoko mengingatkan: “Indonesia…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Moralitas Cakada oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 7 views
Kontestasi pilkada diwarnai isu bakal calon kepala daerah (cakada) berstatus tersangka korupsi. Secara hukum, cakada tetap berhak maju selama belum berkekuatan hukum tetap. Namun, persoalan moralitas menjadi sorotan: legitimasi hukum dan demokratis tidak cukup tanpa legitimasi moral. Status tersangka menimbulkan pertanyaan etis: pantaskah seseorang yang dicap korupsi memimpin rakyat? Kepercayaan publik adalah inti kepemimpinan. Harmoko…
Read More
Kopi pagi Harmoko: Kelas Menengah Perlu ‘Bansos’ oleh Azisoko
Arsparis Azwan
- 0
- 10 views
Tantangan ekonomi Indonesia semakin kompleks: kemiskinan 9,03%, ketimpangan 0,379, dan penurunan kelas menengah dari 57,33 juta (2019) menjadi 47,85 juta jiwa (2024). Bantuan sosial (bansos) harus disesuaikan: untuk masyarakat miskin berupa konsumsi, sementara untuk kelas menengah berupa alat produksi—seperti pelatihan keterampilan, modal, dan akses pasar—agar mereka mandiri dan naik kelas. Pemberdayaan UMKM dan program padat…
Read More