Kopi Pagi Harmoko: Jangan Lupakan Sejarah oleh Azisoko

Sejarah adalah cermin untuk membangun masa depan. Pancasila, sebagai falsafah bangsa, harus diamalkan—bukan sekadar dihafalkan. Hari Kesaktian Pancasila 2024 dengan tema “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas” mengingatkan pentingnya persatuan dalam kebhinekaan—menghargai perbedaan tanpa mengorbankan kesatuan. Bung Karno mengingatkan: “Masa lalu adalah kaca benggala untuk masa depan.” Kita harus mengambil nilai-nilai luhur masa lalu (mikul…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Kampanye Beradab, Bukan Biadab oleh Azisoko

Deklarasi kampanye damai oleh 1.553 pasangan calon kepala daerah (cakada) menandai komitmen untuk pilkada yang beradab, jujur, dan bebas hoaks. Kampanye berintegritas mengharuskan saling menghargai, tanpa politisasi SARA, politik uang, atau provokasi. Kemanusiaan yang adil dan beradab (Pancasila) menuntut kesantunan dalam bertutur dan berperilaku, menghargai perbedaan, serta menjunjung hak asasi. Pemilih, terutama generasi muda, kini…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Tanpa Kejujuran, Mawas Diri Tiada Arti oleh Azisoko

Mewujudkan Indonesia Maju tidak hanya membutuhkan rasa malu berbuat buruk, tetapi juga mawas diri—kemampuan mengoreksi diri dengan jujur. Budaya ini penting untuk mencegah sikap adigang-adigung (kesombongan kekuasaan) yang menutup mata terhadap kesalahan. Mawas diri melibatkan evaluasi terhadap emosi, pikiran, dan perilaku agar tidak merugikan diri atau orang lain. Tanpa kejujuran, koreksi diri hanya kamuflase tanpa…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Dulu Malu, Kini Malu-Maluin oleh Azisoko

Leluhur mengajarkan untuk tidak malu berbuat kebaikan, tetapi harus malu berbuat keburukan. Sayangnya, rasa malu terhadap korupsi, suap, pungli, dan gratifikasi kini pudar di kalangan pejabat dan birokrat. Korupsi merugikan negara (Rp238,14 triliun dalam 10 tahun), menghambat pertumbuhan ekonomi, dan memperparah kemiskinan. Banyak pejabat tersangka korupsi justru tampak tenang, tanpa rasa malu. Harmoko mengingatkan: “Indonesia…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Moralitas Cakada oleh Azisoko

Kontestasi pilkada diwarnai isu bakal calon kepala daerah (cakada) berstatus tersangka korupsi. Secara hukum, cakada tetap berhak maju selama belum berkekuatan hukum tetap. Namun, persoalan moralitas menjadi sorotan: legitimasi hukum dan demokratis tidak cukup tanpa legitimasi moral. Status tersangka menimbulkan pertanyaan etis: pantaskah seseorang yang dicap korupsi memimpin rakyat? Kepercayaan publik adalah inti kepemimpinan. Harmoko…

Read More

Kopi pagi Harmoko: Kelas Menengah Perlu ‘Bansos’ oleh Azisoko

Tantangan ekonomi Indonesia semakin kompleks: kemiskinan 9,03%, ketimpangan 0,379, dan penurunan kelas menengah dari 57,33 juta (2019) menjadi 47,85 juta jiwa (2024). Bantuan sosial (bansos) harus disesuaikan: untuk masyarakat miskin berupa konsumsi, sementara untuk kelas menengah berupa alat produksi—seperti pelatihan keterampilan, modal, dan akses pasar—agar mereka mandiri dan naik kelas. Pemberdayaan UMKM dan program padat…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Kontrak Politik Calon Pejabat VS Rakyat oleh Azisoko

Jelang pilkada, janji manis calon kepala daerah menghiasi ruang publik, namun seringkali berakhir pahit. Kontrak politik—janji tertulis—diusulkan sebagai solusi untuk mengembalikan kepercayaan, meski tidak mengikat secara hukum. Rakyat berharap adanya pertanggungjawaban nyata atas janji yang disampaikan, termasuk sanksi sosial atau penarikan dukungan jika janji diingkari. Kedaulatan ada di tangan rakyat; kekuasaan harus dikembalikan untuk kepentingan…

Read More