Penulis: Arsparis Azwan
Kopi Pagi Harmoko: Kritik Itu “obat kuat”
Arsparis Azwan
- 0
- 8 views
Kritik adalah napas dalam kehidupan demokrasi—ruang bagi manusia untuk saling menegur dan memperbaiki dengan niat yang tulus. Namun, kritik sejati bukan sembarang celaan; ia harus berakar pada data, fakta, dan niat baik, bukan kebencian atau berita bohong. Kritik yang membangun memberi arah, bukan menumbangkan. Sebelum menuding orang lain, sejatinya kita perlu menatap diri sendiri—adakah kita…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Membangun Karakter Bangsa
Arsparis Azwan
- 0
- 7 views
Pepatah “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” mengajarkan kita untuk menghormati adat, tradisi, dan norma di mana pun kita berada. Menghargai kearifan lokal bukan sekadar sopan santun, tetapi wujud kecintaan terhadap keberagaman yang membentuk jati diri bangsa. Setiap daerah memiliki corak budaya dan aturan hidup yang diwariskan turun-temurun, menjadi perekat sosial yang menumbuhkan…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Harusnya Kita Bangga
Arsparis Azwan
- 0
- 7 views
Lagu-lagu bertema cinta tanah air seperti karya Ibu Sud, Koes Plus, Gombloh, dan Cokelat mengajarkan generasi muda untuk mencintai Indonesia dengan sepenuh hati. Namun, menumbuhkan rasa cinta negeri tidak cukup hanya lewat nyanyian dan seremoni belaka, melainkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari — mencintai produk dalam negeri, berbahasa Indonesia dengan bangga, serta menghargai budaya…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Peduli Tak Harus Mencampuri
Arsparis Azwan
- 0
- 7 views
Sejak kecil kita telah diajarkan etika, kesopanan, dan rasa saling menghargai, namun seiring bertambahnya usia, nilai-nilai itu kian memudar tergeser oleh arus modernitas dan kemajuan teknologi. Padahal, kesopanan adalah bunga kemanusiaan yang menumbuhkan keharmonisan dan kedamaian dalam hidup bermasyarakat. Mengucap “permisi” atau “maaf” mungkin tampak sepele, tetapi di sanalah letak kemuliaan hati manusia. Nilai empati…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Sayangi Diri Sendiri
Arsparis Azwan
- 0
- 5 views
Kepuasan hidup sejati tidak lahir dari limpahan harta atau tingginya gaji, melainkan dari kemampuan untuk bersyukur, berbagi, dan menyayangi sesama. Nilai kasih sayang merupakan cerminan kemanusiaan yang sejati, yang seharusnya tidak hanya dipahami, tetapi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sifat manusiawi seperti marah, iri, atau benci tak bisa dihapus, namun dapat dimodifikasi menjadi kebaikan—menjadi pemaaf, rendah…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Tengoklah ke Bawah
Arsparis Azwan
- 0
- 5 views
Hidup bukan tentang seberapa tinggi kita memandang ke atas, melainkan seberapa dalam kita mampu menengok ke bawah dengan hati yang bersyukur. Melihat ke bawah mengajarkan kerendahan hati, empati, dan kasih kepada sesama yang kurang beruntung. Sebab di bawah sana ada mereka yang hidupnya lebih berat, namun tetap tegar menjalani takdirnya. Sementara melihat ke atas hendaknya…
Read More
Kopi Pagi Harmoko: Jangan Sewenang-wenang, Jangan Pula Semena-mena
Arsparis Azwan
- 0
- 6 views
Sikap sewenang-wenang dan semena-mena adalah dua wajah dari keserakahan hati yang mengabaikan martabat sesama manusia. Kedua perilaku itu lahir dari kekuasaan tanpa kendali, yang menindas hak orang lain atas nama kehendak pribadi. Padahal, setiap manusia berhak atas keadilan dan penghormatan yang sama. Dalam kehidupan bermasyarakat, kekuasaan seharusnya menjadi amanah, bukan alat untuk menindas. Nilai kemanusiaan…
Read More