Kopi Pagi Harmoko: Sareh – Sumeleh oleh Azisoko

Musuh terbesar manusia bukanlah orang lain, melainkan hawa nafsu dalam diri. Nafsu yang tak terkendali dapat menyeret seseorang pada keserakahan, korupsi, dan keinginan untuk menang sendiri. Karena itu, diperlukan kemampuan mengontrol diri, menumbuhkan sikap sareh (sabar dan tenang) serta sumeleh (ikhlas dan menerima dengan lapang hati). Dua sikap ini membantu manusia melepaskan ego dan keinginan…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Pantulkan Budaya Bangsa oleh Azisoko

Kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara, namun kebebasan itu harus dijalankan dengan etika, sopan santun, dan penghormatan terhadap sesama. Demokrasi sejati bukanlah ruang untuk memaksakan kehendak, melainkan wadah untuk menyampaikan aspirasi dengan bijak dan santun. Dalam kehidupan nyata maupun maya, nilai-nilai luhur bangsa seperti tenggang rasa, menghormati perbedaan, dan tidak semena-mena harus dijaga. Kritik…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Ambang Batas Parlemen dan Presiden oleh Azisoko

Perdebatan soal ambang batas parlemen dan presiden kembali mencuat. Keputusan Mahkamah Konstitusi membuka peluang perubahan angka ambang batas, baik penurunan maupun penyelarasan, agar lebih merepresentasikan suara rakyat. Di satu sisi, ambang batas tinggi dianggap perlu demi penyederhanaan partai dan efektivitas pemerintahan; di sisi lain, penurunan dianggap menjaga hak suara rakyat agar tidak hilang. Apapun keputusannya,…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Langkah Awal Kemajuan oleh Azisoko

Pesta demokrasi telah usai, kini saatnya kembali pada makna sejati demokrasi: menyejahterakan rakyat. Para elite politik hendaknya tidak terlena oleh euforia kekuasaan, sebab rakyat tengah berjuang menghadapi kenaikan harga dan kebutuhan hidup yang kian berat. Pemilu bukan akhir, melainkan awal tanggung jawab untuk memenuhi hak-hak rakyat — pangan murah, pendidikan terjangkau, dan layanan kesehatan yang…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Ojo Dumeh, Mundak Keweleh oleh Azisoko

Falsafah ojo dumeh—jangan sombong karena kekuasaan, harta, atau jabatan—menjadi pengingat agar manusia tetap rendah hati dan menghormati sesama. Kemenangan hendaknya disyukuri tanpa merendahkan yang kalah, sementara kegagalan diterima dengan lapang dada sebagai jalan menuju keberhasilan. Dalam kehidupan, termasuk dunia politik, roda selalu berputar; tak ada yang abadi di atas. Sikap ojo dumeh menuntun kita untuk…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Menyelaraskan Perbedaan oleh Azisoko

Pasca pemilu, bangsa Indonesia dihadapkan pada tugas mulia: menyelaraskan perbedaan yang muncul selama kontestasi politik. Menyelaraskan bukan berarti menyamakan, tetapi merajut simpul-simpul perbedaan dengan sikap toleransi dan saling menghargai. Perbedaan politik harus dilihat sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan. Diperlukan kebesaran jiwa dan keteladanan para elite untuk mengokohkan persatuan melalui rekonsiliasi dan kolaborasi. Menghormati lawan, menahan…

Read More

Kopi Pagi Harmoko: Opisisi atau Koalisi oleh Azisoko

Pasca pemilu, baik pihak pemenang maupun yang kalah harus menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya. Dalam demokrasi, oposisi dan koalisi sama pentingnya: oposisi menjadi pengingat dan pengawal kebijakan agar tetap berpihak pada rakyat, sedangkan koalisi memastikan roda pemerintahan berjalan stabil. Namun, keduanya tak boleh menjadikan “demi rakyat” hanya sebagai slogan kosong. Rakyat menunggu bukti nyata,…

Read More